Kegiatannya cuma menahan napas selama mungkin dan berenang sejauh mungkin didasar air, what a simple thing to do…
Tapi jauh dibalik itu ada sesuatu, its something…
Ketika jemari kaki merasakan dinginnya air, dan tangan mulai menyibak isi kolam, lalu tawa dan canda orang orang yang sibuk memasang fin dan masker. Judulnya pemanasan, tapi lebih banyak gerakan tidak penting karena sibuk diganggu gugat pihak lain, ada pula yang memilih langsung terjun kekolam dengan alasan tak tahan melihat air.
Dari pagi hingga petang menjelang, satu hari itu rasanya tak lepas rindu melihat air. Tak puas puas bahkan hingga kulit menghitam, tapi tetap dengan bangga berteriak saya cinta air…
Ada suatu saat ketika kita akhirnya bisa merasakan yang namanya “air” sungguhan, berasa asin dan tidak ada dikota Bandung. Beribu ribu biota laut mampu hidup dikolam raksasa itu, dan kita begitu bangga bisa menyelam disana, merasakan dan melihat yang namanya hidup di “wadah” yang berbeda.
Hidup… Wajah wajah sumringah itu selalu terkenang, hidup dalam ingatan, bahkan ketika kembali latihan kekolam, meski letih terombang ambing dikapal dan menempuh jalan darat sedari dini hari dan pulang larut malam, tidak ada kata kapok dalam niat meski bulu babi dan ubur ubur menyerang, demi melihat penyu liar dilaut lepas dan ikan nemo yang menari di anemon laut kami berani bersumpah, bahwa akan banyak lagi lautan yang akan kami cicipi. Ada banyak lagi hingga kita tak dapat lagi menggerakkan fin fin dikaki kita…
Hingga tak dapat lagi menggerakkan fin dikaki, adalah waktu yang tak hingga… Selama lautan lepas masi berisi air asin, kami akan terus berjaya meskipun tiap minggu harus terus menghitam di kolam UPI, our “home”…
I called it home, because i think i found a new family here
A smile, a laugh, and everything we share is “one breath”, satu nafas, berlomba lomba siapa yang mampu menahan napas paling lama saat latihan statik dan menjadi idiot sama sama karena terlalu sering latihan statik, thats okey as long as we do it together, i think we should doing yoga after that sometimes…
Senang bertemu teman yang satu misi mencicipi lautan, mungkin suatu saat salah satu kalian yang akan menjadi buddy saat saya menyelam bersama whale shark di Nabire Papua, mungkin juga salah satu kalian yang membuat mimpi saya menjadi kenyataan, tapi setidaknya saya punya cerita untuk anak anak saya kelak, bahwa saya punya pengalaman yang amazing diwaktu muda, hahaha…
Terimakasih freediver Bandung,
Terimakasih…
Salam satu nafas, freedriver INDONESIA